JAKARTA – JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara mengejutkan memperluas jangkauan perburuan minyak mentah hingga ke daratan Afrika, yakni Nigeria dan Angola, guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi pasar global yang kian tidak menentu.
Langkah strategis ini menandakan adanya pergeseran pola diplomasi energi Indonesia yang kini tidak lagi hanya bergantung pada pasokan tradisional dari Rusia maupun Amerika Serikat semata.
Penelusuran mendalam terhadap arus perdagangan komoditas menunjukkan bahwa diversifikasi ini diambil sebagai langkah mitigasi risiko untuk menghindari dampak sanksi internasional dan ketidakpastian geopolitik di kawasan produsen utama.
Dengan menambah porsi impor dari negara-negara Afrika, Indonesia berupaya menciptakan keseimbangan pasokan yang lebih pragmatis sekaligus mengamankan stok BBM dalam negeri dari potensi kelangkaan di masa depan.











