MONTGOMERY – Pemerintah negara bagian Alabama secara resmi mendesak Mahkamah Agung Amerika Serikat di Montgomery untuk segera mengizinkan penggunaan peta distrik kongres baru guna menggantikan peta lama yang dianggap tidak lagi sejalan dengan dinamika hukum saat ini.
Langkah ini terindikasi sebagai upaya strategis para pejabat untuk memanfaatkan celah dari putusan Mahkamah Agung terbaru yang memberikan pukulan telak terhadap kekuatan Undang-Undang Hak Pilih atau Voting Rights Act.
Investigasi terhadap manuver hukum ini menunjukkan adanya potensi pengikisan representasi pemilih minoritas melalui restrukturisasi wilayah yang diduga sengaja dirancang untuk menguntungkan konstelasi politik tertentu.
Kini publik menanti keputusan para hakim agung yang akan menentukan apakah integritas demokrasi tetap terjaga atau justru semakin tergerus oleh kepentingan kekuasaan di tingkat negara bagian.











