MANAUS – Permintaan global terhadap mineral tanah jarang untuk produksi drone dan mobil listrik memicu gelombang kriminalitas baru yang mengancam kelestarian Hutan Amazon saat ini.
Investigasi mengungkap bahwa sindikat kejahatan terorganisir mulai mengeksploitasi sumber daya kritis ini demi meraup keuntungan besar dari ambisi transisi energi hijau dunia.
Aktivitas penambangan ilegal ini tidak hanya merusak ekosistem hutan hujan terbesar di dunia tersebut, tetapi juga memicu eskalasi kekerasan terhadap komunitas adat setempat.
Para ahli memperingatkan bahwa tanpa pengawasan ketat, teknologi masa depan justru akan mempercepat kehancuran paru-paru dunia akibat praktik ekstraksi yang tak terkendali.











