NEW ORLEANS – Seorang mantan insinyur Angkatan Darat Amerika Serikat resmi didakwa oleh otoritas federal di New Orleans karena diduga mengunggah video instruksi pembuatan bahan peledak yang berujung pada serangan mematikan tahun lalu.
Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa konten digital yang dibagikan tersangka menjadi panduan teknis utama bagi pelaku pengeboman untuk merakit alat peledak maut dalam aksi teror tersebut.
Otoritas keamanan menyoroti bagaimana keahlian militer tersangka disalahgunakan untuk menyebarkan informasi berbahaya secara daring tanpa pengawasan ketat.
Kasus ini memicu desakan investigasi lebih lanjut mengenai tanggung jawab penyedia platform dalam membendung penyebaran materi instruksional yang mengancam nyawa publik.











