PORT-AU-PRINCE – Empat pria resmi dinyatakan bersalah oleh pengadilan federal atas keterlibatan mereka dalam konspirasi pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moïse yang terjadi pada Juli 2021 di kediaman pribadinya, Port-au-Prince.
Penelusuran investigatif mendalam mengungkap bahwa pemimpin berusia 53 tahun tersebut tewas ditembak di dalam kamar tidurnya oleh sekelompok tentara bayaran dalam sebuah operasi terencana yang sangat rapi.
Tragedi berdarah ini menjadi pemicu utama meletusnya gelombang kekerasan geng yang tak terkendali serta menciptakan kekacauan sosial yang melumpuhkan stabilitas nasional Haiti selama bertahun-tahun.
Vonis hukum ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membongkar jaringan intelektual lebih luas di balik rencana pembunuhan yang telah mengubah peta politik di wilayah Karibia tersebut secara drastis.











