CANBERRA – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melakukan kunjungan diplomatik strategis ke Australia dan Vietnam pekan ini untuk memperkuat posisi Tokyo di tengah meningkatnya dominasi ekonomi China serta ketidakpastian komitmen Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik.
Investigasi mendalam mengungkap bahwa manuver Takaichi ini merupakan upaya tersembunyi untuk membangun poros kemandirian keamanan Jepang demi melepaskan diri dari ketergantungan penuh terhadap perlindungan Washington.
Tokyo disinyalir sedang mempersiapkan skenario terburuk jika pengaruh militer AS memudar, terutama saat ekspansi China terus merangsek masuk ke pasar strategis Asia Tenggara dan wilayah Pasifik Selatan.
Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kekuatan diplomasi Takaichi dalam menjaga stabilitas kawasan yang kini berada di ambang ketegangan geopolitik yang semakin memanas akibat persaingan kekuatan besar.











