LONDON – Sebanyak tujuh anggota House of Lords yang tidak dipilih melalui pemilu secara sistematis berhasil menjegal rancangan undang-undang (RUU) bantuan medis untuk mengakhiri hidup (assisted dying) bagi pasien terminal di London, Inggris, melalui taktik pengajuan ratusan amandemen baru-baru ini.
Strategi ini sengaja dilakukan untuk menciptakan hambatan birokrasi yang membuat proses legislasi terhenti di tengah jalan tanpa kepastian suara.
Investigasi mengungkap bahwa kelompok kecil elit tersebut memanfaatkan celah prosedur parlemen dengan menimbun draf perubahan teknis yang memaksa perdebatan berlarut-larut.
Langkah manipulatif ini mengakibatkan waktu sidang habis sebelum pemungutan suara krusial dilakukan, sehingga membungkam peluang bagi warga yang sakit parah untuk mendapatkan hak medis mereka.
Aksi ini kini memicu kritik tajam mengenai legitimasi kekuasaan para bangsawan yang tidak akuntabel namun mampu memveto aspirasi kemanusiaan yang mendesak bagi publik Inggris.











