SEATTLE – Sebuah investigasi terhadap industri pemakaman modern di Seattle mengungkap tren baru pengomposan jasad manusia sebagai solusi krisis lahan dan emisi karbon yang kian mengkhawatirkan.
Metode revolusioner ini mengubah tubuh manusia menjadi satu yard kubik tanah kaya nutrisi hanya dalam kurun waktu 45 hari melalui proses reduksi organik alami.
Tim menelusuri bagaimana jasad diletakkan dalam wadah baja khusus bersama serpihan kayu, alfalfa, dan jerami untuk memicu aktivitas mikroba yang sangat intens.
Proses ini terbukti jauh lebih efisien dibandingkan kremasi konvensional yang melepaskan ratusan kilogram karbon dioksida ke atmosfer dalam sekali proses.
Hasil akhir berupa tanah tersebut dapat dikembalikan kepada keluarga untuk menanam pohon atau menghijaukan kawasan hutan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi bumi.
Meskipun masih menuai perdebatan etika di beberapa wilayah, teknologi hijau ini mulai diadopsi secara luas sebagai standar baru pemakaman berkelanjutan di masa depan.











