JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hampir 3 persen ke level 6.969 pada penutupan perdagangan Jumat di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, akibat aksi jual masif yang menyeret jatuh saham-saham milik konglomerat papan atas.
Investigasi terhadap aliran dana menunjukkan lonjakan nilai transaksi fantastis mencapai Rp 36 triliun, sebuah angka anomali yang memicu kecurigaan adanya pelepasan aset secara serentak oleh investor besar.
Koreksi tajam pada deretan emiten raksasa ini menyisakan tanda tanya besar mengenai stabilitas fundamental pasar atau kemungkinan adanya tekanan likuiditas tersembunyi di balik kepemilikan saham para taipan tersebut.
Hingga saat ini, para pelaku pasar masih mencermati apakah fenomena ‘akhir pekan berdarah’ ini merupakan awal dari tren pelemahan jangka panjang atau terdapat skema rebalancing portofolio besar-besaran yang belum terungkap sepenuhnya.











