JAKARTA – Pegiat media sosial Ade Armando secara mengejutkan resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jakarta baru-baru ini setelah adanya tekanan internal yang menudingnya menghambat proses rebranding besar-besaran partai tersebut.
Keputusan ini mengungkap adanya dinamika panas di balik layar partai berlambang mawar, di mana Ade secara terbuka mengaku tidak lagi diterima oleh sejumlah faksi di internal yang menginginkan perubahan citra politik secara total.
Investigasi terhadap pernyataan tersebut menunjukkan bahwa desakan untuk keluar muncul secara sistematis karena pernyataan-pernyataan vokal Ade dianggap merusak narasi baru yang sedang dipoles oleh manajemen partai untuk menarik konstituen tertentu.
Langkah hengkangnya Ade Armando ini menandai babak baru dalam pergeseran ideologis PSI, sekaligus memunculkan pertanyaan publik mengenai independensi suara kader di tengah upaya pragmatis partai dalam mengejar kepentingan elektoral yang lebih luas.











