TANGERANG – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna menjawab teka-teki pelaku pencurian 108 tas mewah merek Lululemon yang raib di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, baru-baru ini.
Melalui investigasi internal yang mendalam, manajemen menegaskan bahwa oknum yang dituding membawa kabur ratusan barang branded tersebut dipastikan bukan merupakan bagian dari karyawan resmi perusahaan maupun staf bandara.
Langkah tegas ini diambil untuk membersihkan nama institusi sekaligus mengungkap fakta di balik celah keamanan yang sempat menjadi sorotan tajam publik di gerbang utama internasional Indonesia tersebut.
Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa pihak manajemen InJourney mendukung penuh upaya penegakan hukum yang dilakukan kepolisian untuk membongkar jaringan di balik aksi kriminal ini.
Meski status pelaku telah teridentifikasi sebagai pihak luar, insiden ini memicu evaluasi kritis terhadap protokol pengawasan area kargo yang seharusnya memiliki sistem proteksi berlapis.
Otoritas bandara berkomitmen memperketat titik monitoring dan memastikan tidak ada ruang bagi oknum mana pun untuk mencederai reputasi Bandara Soetta sebagai objek vital nasional.
Kepastian mengenai identitas pelaku ini diharapkan mampu meredam spekulasi negatif sekaligus mempercepat proses hukum terhadap para tersangka.











