WASHINGTON, D.C. – Para pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat di Washington, D.C., kini berada di bawah sorotan tajam setelah secara resmi membantah tudingan bahwa mereka memperlunak kebijakan imigrasi di bawah kepemimpinan sekretaris baru demi meredam kritik publik.
Langkah defensif ini muncul sebagai respons investigatif atas meningkatnya rasa frustrasi di kalangan kelompok garis keras pendukung Trump yang menilai angka deportasi saat ini melambat dan tidak sesuai dengan janji kampanye awal.
Hasil penelusuran menunjukkan adanya indikasi bahwa pimpinan DHS sengaja beroperasi di bawah radar guna menghindari kontroversi, sebuah strategi yang justru memicu kecurigaan adanya pergeseran loyalitas di dalam birokrasi.
Meskipun pihak kementerian menegaskan komitmen penegakan hukum tetap solid, ketegangan antara faksi sayap kanan dan pejabat kementerian terus memanas seiring dengan tuntutan transparansi data deportasi yang lebih terbuka.











