WASHINGTON D.C. – Presiden Donald Trump dilaporkan tengah merombak total standar program pengungsi Amerika Serikat demi memprioritaskan warga kulit putih keturunan Afrikaner di Washington D.C.
Berdasarkan laporan investigasi koresponden Gedung Putih, Zolan Kanno-Youngs, Trump kini bahkan mempertimbangkan untuk melipatgandakan jumlah kuota pengungsi dari kelompok tersebut.
Langkah ini mengindikasikan adanya pergeseran ideologis yang tajam dalam sistem imigrasi nasional dengan memberikan keistimewaan pada latar belakang rasial tertentu di atas krisis kemanusiaan global lainnya.
Kebijakan kontroversial tersebut memicu sorotan tajam mengenai dugaan praktik diskriminasi sistematis yang kini mulai merambah ke dalam agenda resmi pemerintahan Amerika Serikat.











