Menu

Mode Gelap

Internasional · 1 Mei 2026 03:10 WITA

Trump Berencana Kurangi Pasukan AS di Jerman Akibat Kritik Terkait Iran


 Presiden Donald Trump saat memberikan keterangan pers mengenai kebijakan pertahanan luar negeri Amerika Serikat. (Foto: RSS) Perbesar

Presiden Donald Trump saat memberikan keterangan pers mengenai kebijakan pertahanan luar negeri Amerika Serikat. (Foto: RSS)

WASHINGTON D.C. – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan pengurangan signifikan jumlah pasukan militer AS di Jerman setelah Berlin melayangkan kritik keras terhadap kebijakan Washington di Timur Tengah.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons atas keengganan pemerintah Jerman dalam mendukung rencana militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Informasi yang dihimpun dari sumber internal Gedung Putih menunjukkan bahwa ketegangan diplomatik kedua negara ini telah mencapai titik terendah akibat perbedaan pandangan strategis tersebut.

Penelusuran lebih mendalam mengungkap bahwa Trump merasa dikhianati oleh sekutu terdekatnya di Eropa yang menolak memberikan kontribusi militer aktif di wilayah Teluk.

Kebijakan pengurangan pasukan ini dipandang bukan sekadar reposisi teknis, melainkan sebuah sinyal politik untuk menekan Berlin agar lebih patuh pada agenda luar negeri Amerika.

Hingga saat ini, Departemen Pertahanan AS masih terus mengkaji implikasi keamanan jangka panjang dari pemindahan personel tempur tersebut di kawasan Eropa Barat.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mamdani Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

3 Mei 2026 - 02:24 WITA

Penemuan Kapal Karam USS Tampa: Tragedi Terbesar AS di Perang Dunia I

2 Mei 2026 - 23:06 WITA

Krisis Antrean Ujian Mengemudi Inggris: Calon Pengemudi Menunggu 22 Minggu

2 Mei 2026 - 22:53 WITA

Investigasi: Mengapa Jerman Gagal Antisipasi Kemarahan Trump Soal Iran?

2 Mei 2026 - 22:46 WITA

Trump Tolak Proposal Damai Iran, AS Siapkan Dua Opsi Strategis Akhiri Perang

2 Mei 2026 - 18:36 WITA

Protes May Day AS: Buruh Tuntut Perlindungan dari Dominasi Ultra-Kaya

2 Mei 2026 - 18:26 WITA

Trending di Internasional