NEW ORLEANS – Pengadilan Banding Federal secara mengejutkan memblokir Calvin Duncan, seorang mantan narapidana yang baru saja memenangkan pemilihan secara demokratis, saat ia hendak memulai hari pertamanya sebagai panitera pengadilan kriminal di New Orleans pada awal pekan ini demi menghentikan transisi kekuasaan yang telah dimandatkan rakyat.
Intervensi hukum yang mendadak ini memicu pertanyaan besar mengenai integritas sistem pemilihan di Louisiana, mengingat posisi yang dimenangkan Duncan merupakan jabatan yang sedang diupayakan untuk dihapus oleh otoritas negara bagian.
Langkah pengadilan ini terindikasi sebagai upaya sistematis untuk menjegal Duncan yang dikenal sebagai advokat hukum bagi kaum marjinal setelah menghabiskan 28 tahun di penjara atas kesalahan vonis.
Hingga saat ini, ketegangan antara mandat publik dan manuver yudisial tersebut masih terus berlanjut sementara pendukung Duncan menuntut transparansi atas alasan sebenarnya di balik pemblokiran jabatan tersebut.











