Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 12 Mei 2026 18:18 WITA

Mantan Kapolri Filipina Buronan ICC Bersembunyi di Gedung Senat


 Gedung Senat Filipina di Manila yang kini menjadi tempat berlindung mantan Kepala Polisi Ronald dela Rosa dari kejaran Mahkamah Pidana Internasional. (Foto: RSS) Perbesar

Gedung Senat Filipina di Manila yang kini menjadi tempat berlindung mantan Kepala Polisi Ronald dela Rosa dari kejaran Mahkamah Pidana Internasional. (Foto: RSS)

MANILA – Senator Ronald “Bato” dela Rosa yang merupakan mantan Kepala Polisi Filipina dilaporkan mencari perlindungan di dalam Gedung Senat di Manila guna menghindari penangkapan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan kemanusiaan dalam perang narkoba era Presiden Rodrigo Duterte.

Keputusan untuk bertahan di dalam gedung parlemen tersebut dilakukan secara mendadak hanya beberapa jam sebelum ICC dijadwalkan merilis surat perintah penangkapan resmi bagi sang arsitek utama operasi pemberantasan narkoba yang kontroversial itu.

Upaya evasi ini mengindikasikan adanya manuver hukum untuk memanfaatkan perlindungan institusional dari yurisdiksi internasional yang kini tengah mengincar para petinggi pemerintahan lama Filipina.

Investigasi di lapangan menunjukkan peningkatan pengamanan di sekitar kompleks Senat sementara komunitas internasional terus menyoroti drama pelarian politik dari tuntutan hukum global tersebut.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Investigasi Kematian Pasien dalam Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya

15 Mei 2026 - 18:40 WITA

Kasus Pencurian 108 Tas Lululemon di Soetta, InJourney: Pelaku Bukan Karyawan

15 Mei 2026 - 17:55 WITA

Gerindra Sanksi Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Akibat Naik Moge Tanpa Helm

15 Mei 2026 - 16:57 WITA

Guru Honorer Jambi Tertipu Travel Umrah Rp 116 Juta, Lapor Polisi

15 Mei 2026 - 12:26 WITA

KPU Dilaporkan ke DKPP Terkait Dugaan Penggunaan Helikopter Saat Kunker

15 Mei 2026 - 12:21 WITA

Mantan Insinyur AD AS Didakwa Unggah Instruksi Bom Terkait Serangan New Orleans

15 Mei 2026 - 09:55 WITA

Trending di Hukum & Kriminal